REVIEW NOVEL " (S)HE IS CRAZY "


#WaktunyaReview


Judul                                             : (S)He is Crazy
Penulis                                          : Umi Wandira Gajah
Genre                                            : Percintaan
Penerbit                                        : Nauli Media
Tahun Terbit                                  : 2018
Jumlah Halaman & Tebal Buku    : 272 hlm , 140 mm x 200 mm


SINOPSIS    :

Yoga dan Shella itu musuh bebuyutan. Paling tidak akur di antara keenam temannya yang lain. Ada saja masalah yang diributkan setiap keduanya bertemu. Masalah kecil bahkan bisa menjadi besar bagi mereka. Bagi Yoga, Shella itu gadis gila dengan mulut beracun. Bagi Shella, Yoga adalah laki-laki paling tidak peka. Intinya, Shella dan Yoga tidak pernah merasa cocok satu sama lain.
Namun, satu kesalahan di malam liburan mereka di Puncak, memaksa keduanya menjalani kehidupan pernikahan. Tinggal satu atap di rumah kontrakan sempit, dan harus berbagi fasilitas dengan orang yang dibenci. Bagaimana keduanya menjalani kehidupan rumah tangga yang serba kekurangan? Sementara mereka juga harus menyelesaikan kuliah. Inilah kisah pasangan muda Yoga dan Shella.

REVIEW    :

Buku karangan Umi Wandira Gajah menyuguhkan novel dengan tema percintaan. Berbeda dengan novel lainnya, buku ini menceritakan tentang dua sahabat yang 'terpaksa' melakukan pernikahan dini karena MBA (Married By Accident). Tokoh utama dalam novel ini yaitu Shella dan Yoga, berusaha untuk berjuang mempertahankan rumah tangga mereka ditengah himpitan ekonomi yang melanda. Aku kagum dengan sosok tokoh utama dalam novel ini baik Shella maupun Yoga. 

Yoga, sosok laki-laki bertanggung jawab yang memutuskan menikahi Shella dan bekerja sambil kuliah demi bisa menafkahi anak dan istrinya, sedangkan Shella berusaha merendam egoisnya dan belajar mengurus rumah tangga sembari meneruskan kuliahnya agar bisa istri sekaligus ibu yang baik untuk keluarga. Bahasa yang digunakan mudah dipahami karena menggunakan bahasa gaul yang sesuai dengan karakter anak muda. 

Menurut ku, Kekurangan buku ini yaitu konflik nya yang kurang klimaks.

Bagian yang aku suka dalam cerita novel ini, Yoga yang masih meluangkan waktu untuk Adel (anaknya) selepas pulang kerja dan kuliah.


Kalimat favorit ku yaitu :

"Nggak apa-apa. Adel juga butuh gue. Gue nggak bisa jadiin pekerjaaan sebagai alasan buat menghindar jagain Adel. Mengurus Adel bukan cuma tanggung jawab lo, tapi tanggung jawab kita berdua."

(Halaman 160)


Dalam cerita ini, terselip banyak pesan moral bagi kalian yang membacanya. Pergaulan remaja yang seharusnya masih dalam pengawasan orang tua, memperkenalkan pendidikan seksual sejak dini salah satunya penggunaan kondom, dan akibat yang ditimbulkan dari pernikahan dini.

Buku in cocok dibaca remaja 15 tahun ke atas.

Saatnya pemberian nilai, dari 10 nilai yang aku punya, buku ini mendapat nilai 7,2!! 😃
 

Komentar