REVIEW NOVEL "SIMFONI CAHAYA"
REVIEW :
Setelah selesai membaca novel ini, satu kata yang menggambarkan novel ini yaitu #SalutErina. Aku terkagum-kagum dengan sosok tokoh utama dalam novel ini. Erina yang terlahir dari keluarga berkecukupan memilih untuk mengabdikan dirinya bekerja di daerah pelosok. Tidak hanya itu, banyak kejadian-kejadian yang menimpa Erina namun tidak membuat wanita ini gentar dan tetap bertahan menjadi bidan di desa. Sosok Erina merupakan Penulis menggunakan tokoh Erina sebagai tokoh aku.
Selain itu, kelebihan novel ini adalah terselip nilai agama mengingat novel ini bukanlah jenis novel religi. Nilai agama terselip dengan adegan sholat berjamaah di masjid, sholat sebelum pergi untuk mendata warga, dan Erina yang tidak pernah memperlihatkan mahkotanya kepada yang bukan muhrim. Selain itu, bahasa yang digunakan mudah dipahami dan penokohan nya membuat pembaca greget jadinyaaa!!
Menurut ku, Kekurangan buku ini yaitu konflik nya yang kurang klimaks.
Bagian yang aku suka dalam cerita novel ini, Erina yang tidak ingin memberikan harapan kepada laki-laki karena tidak mau membuat laki-laki baper ama dia.
Kalimat favorit ku yaitu :
"Yang kakak takuti hanyalah Allah . Jadi, semua bergantung kepada Allah. Jika Allah menginginkan kakak pergi dari sini, kakak akan pergi. Tapi, jika Allah menginginkan Kakak di sini, Kakak akan terus berjuang sampai batas kemampuan Kakak."
(Halaman 53)
Dalam cerita ini, terselip banyak pesan moral bagi kalian yang membacanya.
Buku in cocok dibaca semua umur terutama untuk kalian yang sedang berjuang, mengabdi di daerah pelosok.
Saatnya pemberian nilai, dari 5 nilai yang aku punya, buku ini mendapat nilai 3,2!! 😃



Komentar
Posting Komentar