NEGRI MIMPI
Hari sudah malam, aku belum beranjak dari depan tv menuju tempat tidur.Padahal sedari tadi, mama telah menyuruhku untuk segera tidur.
Acara tv hari ini sangat seru, terutama film kesukaanku yang hanya di putar setiap liburan sekolah setelah cukup lama mama menyuruh, aku pun beranjak dari tempat dudukku lalu mematikan televisi dan pergi ke tempat tidurku.
Di tempat tidur, aku langsung menyelimuti badanku dan mulai memejamkan mata.Mataku tetap tidak mau terpejam.Aku sudah mencoba dengan membaca buku dan mendengarkan lagu,tetap saja tidak bisa.Aku pun kesal dan menutup seluruh tubuhku dengan selimut.Di bawah selimut, aku seperti melihat sebuah sinar yang menyilaukan dari ujung selimut.Aku pun berjalan menuju sebuah lorong sinar misterius.
Aku terjatuh tapi tidak sakit.Sebab aku terjatuh di tanah yang empuk bagaikan kasur.Aku bingung.Baru pertama kali, aku berada di sebuah tempat yang belum pernah aku kunjungi.Lihatlah awan dan tanah yang sangat empuk.
Aku semakin penasaran dengan tempat ini.Aku pun berjalan-jalan untuk menghilangkan rasa penasaranku.
Aku sangat mengangumi tempat ini.Di saat sedang asyik berjalan-jalan menikmati pemandangan, aku merasa haus.Aku segera mencari sumber air, entah itu sungai ataupun lautan yang penting bisa menghilangkan rasa dahagaku.
Disaat rasa sahaga yang teramat sangat, aku seperti melihat pantulan sinar di balik semak.Aku pun segera berjalan ke balik semak.Saat sudah berada di emak ada sebuah sungai yang sangat luas.Yang membuat aku kaget adalah air sungainya terbuat dari susu coklat.
Aku segera berlari dan mulai minum air sungai coklat sampai puas.Tiba-tiba aku merasakan ada seseorang menepuk-nepuk bahuku dengan pelan.
Aku pun membalikkan tubuhku dan mendapati seorang laki-laki dengan tubuh yang kecil dan topi seperti kurcaci berada di depanku.
Dia tersenyum dan mengulurkan tangannya.
“hai,namaku Kiki.” sapanya.
Aku pun menyambut uluran tangannya, “Namaku Nurin.” Jawabku.
Aku pun menanyakan tentang negri aneh ini.Kiko pun menjawab semua pertanyaan seputar negri aneh ini.
Ternyata negri ini namanya negri Lisuna.Semua orang di negri itu,tubuh dan pakaiannya sama seperti Kiko.Oh iya,Kiko juga bilang kalau rumput dan tanaman di negri Lisuna bisa di makan dan rasanya seperti permen lolipop.Sungai dan air lautnya juga bisa di minum,rasanya seperti susu.
Aku pun berjalan-jalan bersama Kiko mengelilingi negri Lisuna.Kiko bercerita banyak tentang negri Lisuna.
Setelah cukup lama berjalan-jalan,Kiko mengajakku bermain ke rumahnya.Aku setuju, maka kami pun langsung menuju rumah Kiko.
Saat sedang bermain di rumah Kiko,aku merasa kangen dengan keluargaku dan teman-temanku.
Aku pun meminta izin kepada Kiko untuk mencari pintu sinar jalan ke duniaku.Saat sedang mencari, tiba-tiba tempat ku berpijak bergetar.Seketika,semua orang di negri Lisuna menjerit dan berlarian.Aku pun bertanya-tanya,apa yang terjadi?
Pipiku di tepuk.Aku pun membuka mata dan melihat mama sudah berada di depanku.Aku melihat sekelilingku, aku sudah berada di kamarku.


Komentar
Posting Komentar